Pengendalian Internal dalam Teknologi Sistem Informasi
20.21 Edit This 0 Comments »Oleh: Drs. Anggiat Lumban Gaol, MSi
enggunaan teknologi informasi berbasis
2).Pengelolaan risiko deteksi atas transaksi
komputer sudah merupakan hal yang
yang diproses oleh komputer yang terkait
umum dan menjadi suatu kebutuhan yang
dengan saldo-saldo yang ada di dalam file
angat vital dalam era informasi saat ini. Penyam-
komputer hasil pemrosesan itu sendiri.
aian informasi secara jelas dan cepat dari pengi-
im di tempat yang berada ribuan mil jaraknya
Patut disikapi oleh auditor bahwa audit
ecara geografis dari tempat si penerima, saat ini
trail atas transaksi yang diproses secara kompu-
udah dapat dilaksanakan dalam tempo singkat
terisasi mempunyai suatu bentuk yang berbeda
engan memanfaatkan perangkat komputer dan
yang ditandai dengan dokumentasi yang lebih
asilitas satelit di alam raya cyber. Namun banyak
sedikit dibandingkan dengan pemrosesan secara
ihak yang masih meragukan keakurasian
manual. Penyimpanan transaksi dan file secara
engolahan informasi yang berbasis komputer.
internal di dalam perangkat komputer akan
ebagaimana yang pernah penulis dengar dalam
mengurangi penyimpanan hard copy. Berkurang-
emilihan kepala desa, terjadi ketegangan dian-
nya dokumentasi ini memerlukan perhatian yang
ara pihak kontestan mengenai kebenaran hasil
lebih kepada pengendalian program untuk me-
enghitungan suara saat itu yang dilakukan
yakini adanya konsistensi dan akurasi dalam
ecara komputerisasi. Kontestan yang kalah
pemrosesan setiap transaksi.
ada saat itu mengklaim telah dirugikan dengan
Audit trail yang biasanya dapat dilihat secara
ara penghitungan semacam itu, dengan alasan
visual oleh kasat mata manusia telah ditransfor-
eakuratan penghitungan secara manual lebih
masikan secara internal ke dalam komputer se-
erpercaya dibanding dengan penghitungan
hingga pengujian pengendalian telah beralih dari
engan teknologi informasi berbasis komputer.
pemeriksaan atas dokumen menjadi inspeksi atas
Dalam penggunaan teknologi informasi
transaction log, dan observasi atas efektivitas
erbasis komputer tersebut memang terdapat
pengendalian yang dilaksanakan selama input.
eberapa risiko yang harus disikapi oleh peng-
Atas modifikasi audit trail tersebut, dalam
unanya, namun alasan demikian tidak meng-
pemrosesan transaksinya komputer mengga-
aruskan kita serta merta menolak informasi
bungkan beberapa fungsi yang biasanya dipisah-
ang dihasilkan, dan harus kembali hidup mundur
kan pada sistem manual, misalnya komputer
atusan tahun lagi ke belakang agar dapat me-
dalam memroses order penjualan memvalidasi
akini hasilnya. Hal ini juga mengenai pihak
nomor pelanggan, limit jumlah penjualan kredit,
uditor yang dalam melaksanakan tugas auditnya
nomor persediaan barang melalui editing yang
elama ini secara manual, sekarang harus mening-
dilakukan secara internal. Demikian juga di dalam
alkan cara kerja lamanya tersebut dan beralih
sistem pembayaran gaji, komputer secara inter-
epada audit berbasis komputer.
nal menguji kesesuaian nomor pekerja untuk
Dari sudut pandang auditor, penggunaaan
menentukan apakah seseorang tersebut benar-
omputer dalam pengolahan informasi akan
benar pekerja yang sah/ terdaftar di perusahaan
mempengaruhi 2 aspek risiko audit yaitu :
itu, kebenaran tingkat upah yang diberikan mau-
).Kebutuhan penjamahan kepada risiko
pun kelayakan jam kerjanya. Sedangkan dalam
pengendalian terhadap pengendalian sistem
sistem manual, pekerjaan validasi seperti hal ter-
informasi berbasis komputer atas tahapan
sebut dilaksanakan melalui pengujian dan reviu
pemrosesan transaksi.
secara visual oleh pihak lain.
0 komentar:
Posting Komentar